by

Apakah Sah Seorang Wanita yang Berangkat Haji Tanpa Mahram? – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA

Halo mbak bro selamat datang di website islamipos.com. Kali ini kami akan menyajikan informasi menarik mengenai Apakah Sah Seorang Wanita yang Berangkat Haji Tanpa Mahram? – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA. Anda jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.


Sesi tanya jawab dari kajian dengan tema “Menyambut Tamu Allah & Istiqomah Setelahnya” yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA.

Sumber video: Syafiq Riza Basalamah Official

========================================================

Bagaimana hukum wanita yang berhaji tanpa mahram? Sahkah? Berdosakah? Apakah dibolehkan seorang istri berangkat haji sendiri tanpa ditemani oleh suami?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لاِمْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لَيْسَ مَعَهَا حُرْمَةٌ

Baca juga  Memanfaatkan Teknologi Untuk Kebaikan - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA

“Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh melakukan perjalanan jauh (safar) sejauh perjalanan sehari semalam kecuali dengan mahramnya.” (HR. Bukhari no. 1088 dan Muslim no. 1339)

Dalam lafazh Muslim disebutkan,

لاَ يَحِلُّ لاِمْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ تُسَافِرُ مَسِيرَةَ يَوْمٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

“Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh melakukan perjalanan jauh (safar) sejauh perjalanan sehari kecuali jika bersama mahramnya.” (HR. Muslim no. 1339).

Hadits di atas mengandung faedah, hukumnya haram jika wanita bersafar (menempuh perjalanan jauh) tanpa adanya mahram. Itu berarti siapa yang tidak mendapatkan mahramnya, maka ia haram melakukan safar, apa pun safarnya termasuk safar ibadah.

Dipersyaratkan wanita harus memiliki mahram untuk melakukan safar haji. Jika wanita tidak memiliki mahram yang menemaninya, maka gugur kewajiban haji untuknya (walau wanita tersebut mampu secara finansial dan fisik, -pen). Inilah pendapat mayoritas ulama yang menyelisihi pendapat sebagian ulama Malikiyah dan pendapat Syafi’iyah. Mereka berpendapat bahwa cukup bersafar dengan orang yang dapat memberikan rasa aman. Namun syarat ini bertentangan dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Baca juga  Jangan Sok Tahu Dalam Masalah Agama - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, MA

إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

“Kecuali bersama mahramnya.” Demikian penjelasan guru kami, Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri dalam Syarh Umdatil Fiqh, hal. 471.

Dipersyaratkan mahram haruslah: (1) baligh, (2) berakal, (3) wanita terus dalam pengawasan mahram. Sehingga tidak boleh mahram ini digantikan dengan yang bukan mahram.

Siapa yang jadi mahram di sini? Yaitu suami, yang menjadi mahram selamanya (ta’bid), mahram karena nasab atau mahram karena sebab persusuan.

Baca juga  Jangan Salah Pilih Teman - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, MA

Apakah haji dari wanita yang berhaji tanpa mahram itu sah?
Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Menurut Syaikh As Sa’di, pendapat yang lebih kuat adalah hajinya sah, namun ia melakukan dosa besar.

Sumber artikel:

========================================================

Follow Taman Surga on:

Facebook :
Twitter :
Google+ :
Instagram :
Blog :

========================================

Channel Taman Surga ini sudah tidak dimonetized, bagi yang ingin mendukung admin untuk terus menyebarkan video kajian sunnah bisa donasi melalui :

Rekening Mandiri : 13400-0730-4040 a.n Andi Gozhali W (Kode bank : 008)
Konfirmasi melalui WhatsApp : 082122266996

Jazakumullahu khairan

========================================
Gimana bro? kami berharap teman-teman bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk membagikan artikel di sosial media kalian.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed