by

Benarkah Orang yang Berqurban Dilarang Memotong Kuku dan Rambut?

“Ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan larangan memotong kuku dan rambut adalah menghilangkan kuku dengan dipotong atau dipecahkan. Larangan menghilangkan rambut adalah dengan digundul, digunting, dicabut, dibakar atau menggunakan kapur. Baik bulu ketiak, kumis, bulu kemaluan, rambut kepala dan semua rambut di tubuhnya” (Imam Nawawi, Syarah Muslim 13/139)

Baca juga  Diam-diam Baca Chatting atau Hape Pasangan, Boleh Nggak dalam Islam?

Haram Atau Makruh?

Dalam hal memotong rambut atau kuku bagi yang ingin menyembelih Qurban ada beberapa pendapat yang disampaikan oleh Imam An-Nawawi:

ﻓﻘﺎﻝ ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ اﻟﻤﺴﻴﺐ ﻭﺭﺑﻴﻌﺔ ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻭﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭﺩاﻭﺩ ﻭﺑﻌﺾ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﺸﺎﻓﻌﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﺤﺮﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺧﺬ ﺷﺊ ﻣﻦ ﺷﻌﺮﻩ ﻭﺃﻇﻔﺎﺭﻩ ﺣﺘﻰ ﻳﻀﺤﻲ ﻓﻲ ﻭﻗﺖ اﻷﺿﺤﻴﺔ

Baca juga  Mengenal Perbedaan Mani, Madzi, dan Wadi

Sa’id bin Musayyab, Rabiah, Ahmad, Ishaaq, Dawud dan sebagian Syafi’iyah mengatakan haram memotong rambut dan kuku sampai orang tersebut menyembelih Qurban saat waktunya Qurban

ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻫﻮ ﻣﻜﺮﻭﻩ ﻛﺮاﻫﺔ ﺗﻨﺰﻳﻪ ﻭﻟﻴﺲ ﺑﺤﺮاﻡ

Syafi’i dan para muridnya mengatakan makruh tanzih, bukan haram

Baca juga  Hukum Berjihad bagi Perempuan (Bagian 2-Habis

ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻻﻳﻜﺮﻩ

Abu Hanifah berkata: Tidak makruh

ﻭﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ ﻓﻰ ﺭﻭاﻳﺔ ﻻﻳﻜﺮﻩ ﻭﻓﻲ ﺭﻭاﻳﺔ ﻳﻜﺮﻩ ﻭﻓﻲ ﺭﻭاﻳﺔ ﻳﺤﺮﻡ ﻓﻲ اﻟﺘﻄﻮﻉ ﺩﻭﻥ اﻟﻮاﺟﺐ

Malik memiliki 2 pendapat, makruh dan tidak makruh. Dalam riwayat lain haram dalam qurban sunah bukan qurban wajib (Syarah Muslim 13/138)

Source link

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed