by

Berebut Undecided Voters lewat Debat

loading…

JAKARTA – Dua calon presiden (capres), Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, kembali bertarung dalam ajang debat kandidat malam ini.

Debat yang bakal digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, ini sangat strategis untuk merebut hati pemilih. Sejauh mana kedua capres mampu menggaet apresiasi dan dukungan publik pada debat yang mengangkat tema tentang pertahanan, keamanan, ideologi, pemerintahan, dan hubungan internasional ini menjadi variabel sangat penting untuk mem perbesar dukungan karena masih tingginya undecided voters.

Baca juga  Gubernur Lain Harusnya Mencontoh Anies Baswedan, Fokus Melayani Warganya Bukan Malah Kampanye Pilpres

Berdasar hasil survei sejumlah lembaga survei, angka undecided voters masih cukup tinggi. Alvara Research Center, misalnya, dalam survei terakhirnya yang dirilis pada 22 Maret lalu menyebut masyarakat yang belum menentukan pilihan itu sebesar 11,4%.

Begitu pula survei terbaru Charta Politica yang diumumkan pada 25 Maret lalu menemukan 11% responden yang tidak tahu atau tidak men jawab pertanyaan tentang siapa pasangan caprescawapres yang dipilih.

Bahkan survei Litbang Kompas yang dilakukan 22 Februari-5 Maret 2019 mendapatkan fakta 13,4% responden masih menjawab rahasia. CEO Alvara Hasanuddin Ali membenarkan, ajang debat memiliki momentum yang sangat bagus bagi kedua kandidat untuk meyakinkan para pemilih.

Baca juga  Polresta Kediri Gelar Diskusi Tangkal Hoaks di Medsos – ISLAMIPOS

Apalagi jika melihat jumlah undecided voters yang masih tinggi, “Siapa yang memiliki strategi dan kebijakan yang paling tepat terkait sistem pertahanan, keamanan, ideologi, pemerintahan, dan hubungan internasional, juga menjadi penting untuk melihat seberapa besar komitmen kandidat pada ideologi negara,” tutur Hasan.

Dia menuturkan, ada dua kemungkinan responden belum menentukan pilihan. Pertama adalah mereka yang memang memilih untuk tidak memilih (golput).

Baca juga  Saung Berkarya dan Miniatur Desa Mandiri Energi – ISLAMIPOS

Kedua adalah kelompok pemilih yang sebenarnya sudah punya pilihan, tetapi belum mantap dengan pilihannya.

“Debat berpengaruh pada (kelompok) yang kedua, (yaitu) mereka-mereka yang sudah punya keinginan memilih kandidat tertentu. Nah, mengapa harus memilih kandidat tersebut, ini perlu di yakinkan soal substansi dari kebijakan dan program-program kandidat,” tutur Hasanuddin.

Dia lantas menuturkan, di sisa waktu kampanye yang tinggal beberapa hari kedepan, perebutan suara memang tinggal terjadi di kelompok undecided voters dan pemilih muda.

Source link

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed